Penggunaan Mikrotik sudah semakin
marak dalam usaha ISP, utamanya wireless. Dengan semakin lengkapnya fitur
Mikrotik, maka untuk membangun jaringan wireless dapat menggunakan routerboard
Mikrotik outdoor yang memiliki fitur wireless (akses point) di samping fungsi
lainnya sebagai router.
Pada tulisan kali ini, saya akan
mencoba memaparkan penggunaan routerboard Mikrotik sebagai gateway
internet sekaligus meneruskannya ke area dengan jangkauan lebih
jauh via wireless dan dapat diperluas lagi jangkauannya dengan mode WDS.
Routerboard yang akan kita gunakan
di sini adalah Mikrotik RB411U yang memiliki 1 ethernet dan 1 wireless card
dengan lisensi level 4.
Topologi jaringan :
IP Address :
Internet
= 200.100.50.1/24
Ether1
= 200.100.50.2/24
Wlan1
= 192.168.10.1/24
AP-wds
= 192.168.20.1/24
Client yang terkoneksi langsung ke
RB411U atau Akses Point-WDS memperoleh IP Dinamic dari router
A. Konfigurasi pada Mikrotik
RB411U
1. Login ke Mikrotik dengan
Winbox
2. Buat IP untuk interface
ether1 dan wlan1
3. Tambahkan routing
- IP – Routes – Add (+)
- Isi dst address dengan 0.0.0.0/0 (agar semua IP di daftar IP routes bisa konek) dan isi gateway dengan IP 200.100.50.1 (IP sumber internetnya)
- Apply – OK
4. Tambahkan DNS
- IP – DNS
- Isi IP dari DNS yang kita inginkan pada kotak Servers
- Klik OK
5. Lakukan test ping ke
internet dari terminal mikrotik
6. Tambahkan NAT Masquerade
agar client dapat terkoneksi ke internet
- IP – Firewall
- Pilih NAT
- Klik add (+)
- Di bagian tab General, tentukan chain = srcnat
- Di bagian tab Action = masquerade
- Klik OK
7. Selanjutnya adalah setting
wireless interface
- kliklah pada menu Wireless
- lalu double click pada nama interface wireless yang akan digunakan (wlan1)
- klik tab wireless
- pilihlah mode AP-bridge
- tentukan band 2.4GHz-B/G
- tentukan frekuensi yang akan digunakan
- tentukanlah SSID
- jangan lupa mengaktifkan default authenticated dan default forward.
- lalu aktifkankanlah interface wireless – klik enable
- dan klik OK
8. Berikutnya adalah
konfigurasi WDS pada wireless interface yang digunakan.
WDS (Wireless Distribution System) adalah sistem yang memungkinkan interkoneksi antar
Access point (AP). Sistem ini digunakan untuk memperluas jangkauan area
wireless, dengan menggunakan beberapa perangkat AP yang menjadi satu kesatuan,
tanpa membangun backbone jaringan. Syarat dalam membangun jaringan WDS adalah
AP harus menggunakan Band dan Frequency yang sama, sedangkan SSID boleh
beda.
Metode WDS pada prinsipnya membuat
access point dengan satu SSID yang sama, kita perlu mengetahui MAC Address
masing-masing access point.
Bukalah kembali konfigurasi wireless
seperti langkah di atas :
- Klik 2 kali wlan1
- pilihlah tab WDS
- Tentukanlah WDS Mode dynamic dan WDS default bridge biarkan none
- Contreng WDS Ignore SSID
- Klik OK
Penjelasan Mode WDS Mikrotik :
- WDS Dynamic adalah Interface WDS secara otomatis akan terbuat ketika sudah menentukan perangkat AP lain yang kompetibel
- WDS Static adalah mode WDS yang Interface WDS nya dibuat secara manual
- WDS Dynamic-Mesh adalah mode WDS yang sama seperti WDS Dynamic, namun hanya menggunakan protocol HWMP+ (Pengembangan dari WDS standar)
- WDS Static-Mesh adalah mode WDS yang sama dengan mode Static, hanya menggunakan protocol HWMP+
HWMP (Hybrid Wireless Mesh Protocol)
adalah protocol routing untuk mengimplementasikan topologi mesh di jaringan
wireless yang didasari dari AODV (Adhoc On Demand Distance Vector) dan
tree-based routing.
9. Langkah selanjutnya adalah
menambahkan virtual interface WDS. Tambahkan interface WDS baru seperti pada
gambar, lalu pilihlah interface wireless yang kita gunakan untuk WDS ini. Lalu
tekan OK.
10. Jika WDS telah ditambahkan, maka
akan tampak interface WDS baru seperti pada gambar di bawah
11. Karena topologi kita
terdapat IP yang berbeda antara client yang konek langsung RB411U (wlan1) dan
Client-WDS, maka tambahkan IP untuk client wds
12. Tambahkan IP DHCP Server
agar client dapat terkoneksi dengan IP dynamic
- IP – DHCP Server
- Klik DHCP Setup
- Tentukan interface (wlan1 atau wds1)
- Klik next sampai finish
13. Konfigurasi dari sisi
akses point selesai. Lakukan pengujian dari perangkat wireless yang lain atau
konfigurasi ke perangkat client (wds).
B. Konfigurasi di sisi Client
dengan Ubiquiti NanoStation2
Setelah kita login pada wireless
Nanostation2 kita, pilih tab Wireless dan pada Wireless Mode
Kita pilih Access Point WDS dan masukkan WDS Peers (MAC Address Interface
Wireless MikroTik) yang dapat kita lihat di tab General pada Interface Wireless
di Intreface Wireless MikroTik.
Rubah SSID dan Channel (Frequency)
sesuikan dengan Konfigurasi Access Point MikroTik.
Setelah konfigurasi selesai lakukan
test ping dari PC Desktop ke Laptop (pastikan Subnet IP dan Firewall di kedua
komputer paket ICMPnya tidak di blok), jika berhasil kita ping dari kedua sisi
maka konfigurasi kita sudah benar, jika belum berhasil silahkan ulangi atau cek
kembali konfigurasi yang kita buat.




















0 komentar:
Posting Komentar